PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 ADIPALA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Hulubalang Raja: Kejadian di Pesisir Minangkabau tahun 1662-1667
Penanda Bagikan

Text

Hulubalang Raja: Kejadian di Pesisir Minangkabau tahun 1662-1667

Iskandar, N. St. - Nama Orang;

Ketika Ambun Suri, putri Raja Di Hulu sudah dewasa, diundanglah para bangsawan di sekitar Kampung Hulu Inderapura untuk mengadu peruntungan menjadi suaminya. Hampir saja tidak ada yang beruntung, kecuali Sultan Muhammad Syah dari Kota Hilir Inderapura. Ambun Suri menerimanya bukan karena tertarik, tapi karena Sultan Muhammad Syah merupakan raja yang lebih berkuasa daripada Raja Di Hulu, dan dia ingin berbakti kepada orang tuanya.

Kejadian tersebut mengundang pergunjingan di masyarakat, karena Sultan Muhammad Syah adalah sultan yang tamak yang menurut mereka tidak patut menikah dengan putri cantik yang berbudi tersebut. Putri Kemala Sari, istri pertama Sultan Muhammad Syah juga panas hatinya dan tidak merelakan suaminya memperistri Ambun Suri, yang dulu menjadi teman sepermainannya. Dia pun merencanakan menggagalkan perkawinan tersebut.

Kemala Sari mengajak Ambun Suri mandi di sungai. Di sana dia mencelakakannya sehingga putri yang baik hati tersebut hanyut tenggelam. Segala usaha mencari mayatnya gagal.

Sutan Ali Akbar yang bergelar Raja Adil, kakak Ambun Suri marah ketika dia mengetahui kematian adiknya adalah ulah istri Muhammad Syah. Perang pun pecah antara kedua raja tersebut. Muhammad Syah kemudian meminta bantuan kompeni, yang menambah kegeraman Raja Adil.

Namun akhirnya Raja Adil kalah, dan daerahnya dibumihanguskan. Penduduknya dibinasakan, beserta kedua orang tua Raja Adil. Dia sendiri mundur beserta pasukannya untuk menyusun kekuatan kembali.

Sementara itu cerita beralih kepada Sutan Malakewi, seorang pemuda yang merantau mengadu peruntungan. Dia meninggalkan kampungnya karena kegemarannya menyabung ayam telah menghabiskan kekayaan orang tuanya, yang kemudian tidak mau lagi memberinya uang. Dia bergabung dengan rombongan saudagar, yang kemudian diserang penyamun. Sutan Malakewi berhasil meloloskan diri, dan ditolong oleh Putri Rubiah yang memiliki putri cantik yang bernama Sarawaya.

Sutan Malakewi dibawa menghadap Orang Kaya Kecil, yang punya hubungan dengan kompeni Belanda. Orang Kaya Kecil kemudian menganggap Sutan Malakewi sebagai anaknya sendiri. Apalagi kemudian dia mengetahui Sutan Malakewi sering menumpas orang-orang Pauh yang sering melakukan penyerangan terhadap Padang, pusat kekuasaan kompeni di pesisir Minangkabau . Sutan Malakewi kemudian berkomplot dengan kompeni.

Pada saat itu kompeni tidak hanya bermusuhan dengan raja-raja setempat, tetapi juga dengan Aceh yang masih berkuasa di daerah utara pesisir Minangkabau. Sutan Malakewi, yang kemudian diberi gelar Hulubalang Raja, tidak menolak untuk menumpas musuh-musuh kompeni. Dia berhasil menghancurkan musuh-musuhnya, kecuali Raja Adil yang gigih bertahan.

Hulubalang Raja kemudian mencari adiknya yang dikabarkan diculik oleh Raja Adil. Dia meninggalkan Orang Kaya Kecil dan Putri Sarawaya, yang kini sangat mencintainya, masuk ke daerah Raja Adil dengan menyamar. Namun penyamarannya terbongkar. Dia kemudian di bawa ke hadapan Raja Adil. Hulubalang Raja kemudian terkejut karena ternyata adiknya Adnan Dewi telah menjadi istri Raja Adil. Orang yang menjadi musuhnya selama ini ternyata iparnya sendiri. Raja Adil dan Hulubalang Raja kemudian melupakan permusuhan mereka dan berdamai.


Ketersediaan
#
My Library (900) 959.801 ISK h C.1
105025371
Tersedia
#
My Library 959.801 ISK h C.2
105025372
Tersedia
#
My Library (800) 899.2213 ISK h
105025373
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
899.2213 ISK h
Penerbit
Jakarta : Balai Pustaka., 2002
Deskripsi Fisik
214 hlm.; 20.5 x 14.5 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-407-058-0
Klasifikasi
899.2213
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.21
Subjek
Fiksi Indonesia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Iskandar, N. St.
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 ADIPALA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?