Text
Jangan Pisahkan Kami
"Enak saja !" Kudorong Santo ke lantai. Badannya terbanting. Dia tak terima. Dibalasnya aku. Aku menghindar. Santo terus mendesakku.
Kami berdua jatuh di lantai, saling memukul, saling menendang, badan kami berguling-guling di lantai. Kadang tangan dan kaki kami terantuk
dengan kaki ranjang, kaki meja, dan lemari. Ruangan ini terlalu sempit untuk tempat bergulat kami. Pada suatu kesempatan pundak kanaku terkena pukulan tangan Santo. Santo
melompat ke atas ranjang menghindar balasanku. Gedubrak! Serta merta aku ikut melompat mengikutinya. Kami bergulat lagi di atas ranjang. Kreat! Kreot! Suara derit ranjang bambu tua yang seakan mau roboh tak kami hiraukan. Sampai suatu ketika.....
Wah seru sekali perkelahian dua bersaudara Seno dan Santo. Ada apa ya dengan mereka? Apa yang terjadi kemudian? Biar nggak penasaran baca aja, yuk! Eh, jangan lupa cerita lainnya yang nggak kalah serunya.
Tidak tersedia versi lain