Text
Jurnalistik di Sekolah : Terampil Membuat Mading dan Buletin Sekolah
Kegiatan jurnalistik di sekolah memang bukanlah hal baru. Pihak sekolah pun tahu betul bahwa media di sekolah sangat penting disediakan bagi para siswa. Bahkan, salah satu butir penilaian dalam akreditas sekolah pun berkaitan dengan penerbitan media informasi sekolah, baik itu berupa majalah dinding (mading), buletin sekolah, maupun majalah. Bahkan, sekarang hampir semua sekolah sudah memiliki laman situs sendiri di internet yang memungkinkan segala informasi tentang sekolah dapat diunggah untuk disebarluaskan. Sekolah pun banyak yang dilengkapi dengan jaringan hot-spot yang memungkinkan guru dan para siswa dapat dengan mudah mengakses internet di manapun dan kapanpun seluas jangkauan hot-spot tersebut.
Dengan pesatnya teknologi informasi memungkinkan semua orang menjadi jurnalis. Munculah istilah citizen jurnalism yang memungkinkan setiap orang dapat memberikan akses informasi aktual melalui teknologi yang dimilikinya. Beberapa rekaman video amatir mengenai suatu peristiwa sering ditayangkan di televisi nasional atau internet.
Kemajuan perkembangan akses informasi tersebut harus diimbangi dengan pemahaman para siswa tentang jurnalistik. Tidak sedikit papan mading yang disediakan hanya diisi satu atau dua kali, selebihnya kosong, bahkan hanya ada coretan cat semprot yang dibuat oleh siswa yang iseng. Begitu juga buletin. Banyak buletin yang terbit hanya seumur jagung. Kendalanya tentu sangat banyak.
Tidak tersedia versi lain