Text
Dead as a Doornail : Vampir dan Shapeshifter
Jauh sebelum Stephanie Meyer membawa percintaan segitiga Edward – Bella – Jacob ke dalam fenomena setengah edan yang sekarang barangkali dikenal sebagai Twilightism, publik Amerika sudah punya Charlaine Harris dengan seri The Southern Vampire Mysteries-nya. Karena dinarasikan lewat sudut pandang tokoh utamanya, Sookie Stackhouse, secara informal seri ini juga disebut sebagai The Sookie Stackhouse Novels/ Chronicles.
Sedikit flashback, sekitar setahun lalu saya menonton salah satu film seri di HBO. Saya tidak tahu judulnya tapi saya kenal wajah salah satu pemainnya: Anna Paquin, si gadis kecil di The Piano (1993). Aktingnya di film itu begitu memikat sehingga ia diganjar Piala Oscar 1994 untuk Best Supporting Actress di usianya yang baru 11 tahun – pemenang termuda kedua dalam sejarah Academy Award. Kemudian, tentu saja, perannya sebagai Rogue di franchise X-Men.
Berbeda dengan di The Piano dan X-Men, performa Paquin di seri TV itu lumayan berani. Adegan pembukanya saja sudah menggambarkan percintaan erotisnya dengan pacar vampirnya, lengkap dengan deskripsi yang lumayan grafik tentang betapa sensualnya sebenarnya sensasi digigit vampir di leher itu. Karena serial itu saya tonton setelah membaca Twilight dan – kalau tidak salah – menonton filmnya, wajar dong kalau reaksi pertama saya adalah membatin “uh-oh, another vampirism in cinema, this time with sex scene as a bonus. Not bad”. Meski begitu, sekali pandang saja sudah jelas perbedaan seri tersebut dengan film Twilight: jauh lebih dark, sensual, dewasa dan keren sinematografinya.
Tidak tersedia versi lain