Text
Ya Allah Ijinkan Ia Menjadi Pendampingku
Akhirnya, mereka pun datang ke rumahku. Hidangan yang kami sediakan pun ala kadarnya. Setelah berkenalan dengan orang tua, cerita-cerita,
akhirnya mereka mengatakan maksud dan tujuannya datang kemari adalah untuk melamarku. "Subhanallah, aku pasti akan menyambut mereka dengan istimewa, jika tahu seperti itu tujuan awalnya," gumamku dalam hati ketika berada di dapur.
Pada hari itu juga ditetapkan hari dan tanggal pernikahanku, yaitu tanggal 22 Juli 2007, hari Ahad pagi. Orang tuaku sangat terkejut, terutama ibuku, ibu menganggap diriku ini sesuka hati saja mengambil keputusan, tidak kompromi dulu dengan orang tua. Berbagai pertanyaan diutarakan ibu kepada calon suamiku. Ibu berkata, "Nanti tidak menyesal nikah dengan anakku ini, ia ini anak orang miskin, anak orang tidak punya." Calon suamiku hanya menjawab, "Insya Allah tidak Bu...? Karena istikharah kan jalan yang terbaik." Aku lega mendengar jawaban calon suamiku, ternyata ia telah ber-istikharah, ini yang lebih memantapkan hatiku untuk segera menggenapkan 'separuh dienku'. Kali ini hatiku sungguh berbunga-bunga indah, ceille... yang mau menikah...!
Tidak tersedia versi lain