Text
Kaki Langit Demokrasi
Buku ini berawal dari sebuah pertanyaan sederhana dari penulisnya, Saudara Djasarmen Purba, Apakah benar kita sudah Merdeka? Pertanyaan ini selalu menggelitik siapapun, di saat pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi, di saat bersamaan kita temukan banyak sekali rakyat kita yang miskin, sumber daya ekonomi kita dikeruk, dikuras pemodal asing. Tanah air Indonesia, yang sejatinya bermanfaat untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, nyatanya hanya menguntungkan segelintir orang.
Buku "Kaki Langit Demokrasi" mencoba memaparkan terjadinya pengingkaran atas cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, dari berbagai sudut pandang, politik, ekonomi, sosial, budaya, otonomi daerah, dan gagasan nasionalisme. Penulis buku ini memiliki cakrawala berpikir yang luas, berusaha menjawab pertanyaan tadi dari berbagai sendi kehidupan berbangsa bernegara.
Jelas sekali, penulis sangat terpengaruh dan terinspirasi oleh pemikiran Bung Karno. Bahwa kemerdekaan itu adalah politike onafhankelijkheid, hak untuk menentukan nasib sendiri secara independen, tidak didikte, tidak diatur-atur oleh kekuatan asing manapun. Kemerdekaan ialah jembatan emas yang menghubungkan revolusi fisik di masa lalu menuju upaya bersama menggapai cita-cita Proklamasi.
Tidak tersedia versi lain