Text
Tirani dan Benteng : Dua Kumpulan Puisi
di buku ini ada photo-photo demonstrasi sekitar jaman 1966. Ada gambar Cosmas Batubara berboncengan dengan Marie Muhamad naik vespa lampu bulet (duh pastinya tahun segitu masih ekor entok tuh). Selain itu, ada photo tentara berformasi barikade menghadapi mahasiswa. Di photo-photo itu tentara Indonesia tampak selain menggunakan senjata dari blok komunis (AK-47, RPK) yang baru diimpor guna keperluan pembebasan Irian Barat juga nampak menggunakan senjata klasik Perang Dunia II. Senapan M1 Garand dan BAR nampak disandang oleh salah satu pasukan dalam photo itu.
M1 Garand yang merupakan senapan klasik infanteri yang masih digunakan oleh tentara AS hingga awal Perang Vietnam. Saya sendiri terakhir melihatnya di TV pada acara HUT ABRI di sekitaran tahun 1990-an. Saat itu ada kolone senapan marinir yang menggunakan M1 Garand dalam parade kekompakan bersenjata. Senapan yang layak disebut sebagai senapan andalan infantri ini beramunisi 1 klip (bukan magasin, atau sarang peluru) yang berisikan delapan buah peluru. Setelah tembakan terakhir dari satu klip itu, maka akan terdengar suara "kling" berbarengang dengan keluarnya klip dari ruang tembak senapan. Bunyi "kling" tanda peluru habis ini menjadi salah satu ciri khas M1 Garand.
M1 Garand menjadi pilihan untuk jarak dan akurasinya, meski bobotnya terbilang berat dibandingkan senjata sejenis pada jamannya, M1A Carabine. Yang terakhir ini di Indonesia digunakan oleh polisi Indonesia pada tahun 1980 - 1990 dengan varian terbarun tentu saja. Namanya di lidah orang Indonesia menjadi karaben. Karaben memiliki jumlah peluru lebih banyak dibandingkan M1 Garand namun daya jangkau dan akurasi tembakannnya masih kalah oleh M1 Garand.
M1 Garand, M1A Carbine, dan M1918 BAR (Browning Automatic Rifle) merupakan cikal bakal senjata standar infanteri Amerika saat ini, M16, M4 carbine, dan M60. Ketika M16 diganti oleh M16 pada Perang Vietnam, salah satu olok-olok yang ada adalah soal berat senjata. M16 seperti senapan mainan dibandingkan M1 Garand. Persoalan belum lagi ditambah, M16 generasi awal sangat rewel dan sering macet. Berbeda M1 Garand yang begitu kokoh dengan badan kayu. Buat saya yang melihatnya, M1 Garand pun ketika kehabisan peluru, tanpa dipasang sangkur dimoncong senapannya, akan tetap menjadi senjata andal. Tinggal kepruk saja dengan popornya yang kayu tulen itu. Ben klenger musuhnya. :D
begitu lah, puisi dan senjata ternyata seru juga disandingkan dalam satu buku. :D
Tidak tersedia versi lain