Text
Mewarisi dan Memperbarui Warisan Budaya Nasional
Masalah pelestarian warisan kebudayaan bangsa merupakan bagian masalah dari pelestarian bangsa itu sendiri. Adakah bangsa yang tidak memiliki kebudayaan? Adakah bangsa yang tidak memiliki se- jarahnya suatu gambaran dan kesimpulan proses perkembangannya? Dalam hal ini kita dapat mengutip pendapat Michael Kammen yang menyatakan, "Tetapi jika memang demikian halnya, adalah penting bagi para ahli sejarah untuk memutar kembali masa lampau, sebab hidup masa datang dibangun di atas hidup masa lampau. Ahli sejarah adalah perekam peradaban. Peradaban yang tanpa rekaman akan berhenti beradab. Peradaban yang tanpa sejarah akan kehilangan iden- titas. Dan tanpa identitas tak akan ada tujuan, sedangkan tanpa tujuan peradaban pun akan layu."'!
Kita kemudian dapat bertanya kepada diri kita sendiri, sebagai orang Indonesia: Apakah sebenarnya tujuan saya sebagai manusia Indonesia? Apakah sebenarnya yang disebut mencintai tanah air Indonesia? sebenarnya yang disebut mencintai bangsa Indonesia? dan seterusnya dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan itu timbul, disebabkan oleh suatu pengertian yang kita nyatakan dalam bentuk per- tanyaan: Dapatkah seorang Indonesia memiliki sikap tidak acuh masa lampau, masa kini, serta masa datang bangsanya-dan atau tanah airnya, tempat ia hidup, lahir dan batinnya?
Dalam soal ini sebetulnya perintis-perintis kemerdekaan Indonesia sudah banyak memperbincangkan, mempersoalkan, memperdebatkan masalah-masalah kebudayaan Indonesia. Ada yang membicarakannya secara politik, sosial ataupun sosial-kultural. Masing-masing menin- jaunya dari keahlian dan kemampuannya, dalam rangka mencari cara yang paling baik dalam bersikap, berbuat, ataupun memberikan arah pemikiran. Dari berbagai segi, semua pandangan ataupun perdebatan
Tidak tersedia versi lain